Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Raih Doktor

Senin, 16 November 2020 - 11:33:10 WIB
Dibaca: 50 kali

Rabu, 4 November 2020 merupakan hari bersejarah dalam kehidupan bapak Ir. Hadi Sulistyo, M.Si. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, karena pada hari itu merupakan ujian terakhir dalam menempuh jenjang tertinggi yaitu program Doktor. Bapak dari dua orang putra ini menyelesaikan pendidikan Sarjana dari Universitas Negeri Jember, kemudian menyelesaikan pendidikan Magister dan Doktor di Untag Surabaya.

Dihadapan tim penguji ujian terbuka promovendus mempertahankan disertasi dengan judul PERMODELAN TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DANA BERGULIR UPK PNPM MANDIRI PERDESAAN PASCA PENGAKHIRAN PROGRAM.

Isu strategis pasca program PNPM adalah pelestarian unit kegiatan perguliran UPK PNPM-MPd (Kelembagaan, Sistem dan Aset) yang masih berjalan sampai saat ini.

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan UPK PNPM-MPd pasca program; Mengidentifikasi model-model transformasi kelembagaan UPK PNPM-MPd pasca program;

Menganalisis model kelembagaan UPK PNPM-MPd pasca program; dan Menyusun formulasi model kelembagaan PNPM-MPd terbaik pasca program.

Dengan menggunakan Metode penelitian Kualitatif Deskriptif, subjek penelitian adalah kelembagaan UPK PNPM-MPd di Jawa Timur. Pengumpulan data melalui observasi, FGD, wawancara, dan studi dokumentasi.

Hasil Penelitian menunjukkan permasalahan kelembagaan UPK eks PNPM-MPd dari aspek filosofi, legalitas, SDM, kelembagaan, keuangan, dan perkembangan usaha, antara lain: Pemanfaat dari RTM tidak lagi menjadi prioritas, Unit usaha dana bergulir tidak mempunyai legalitas usaha (lembaga keuangan), kelembagaan UPK lebih dikenal masyarakat dibanding kelembagaan transformasi, kurangnya dukungan teknologi operasional kelembagaan, kolektibilitas warisan program, dan kejenuhan perguliran. Model transformasi kelembagaan UPK PNPM-MPd pasca Program di Jawa Timur yaitu berbentuk UPK orisinil, BUMDesma, dan PBH.

Hasil analisis model kelembagaan terdapat persamaan dan perbedaan dalam mekanisme pengelolaan dan dasar hukum yang gunakan oleh ketiga kelembagaan UPK eks PNPM-MPd.

Formulasi Implementasi kelembagaan transformasi UPK PNPNM-MPd terbaik yaitu: kelembagaan harus tetap mengakomodir RTM, pilihan badan hukum memberikan perlindungan atau payung hukum bagi pengelolaan lembaga, Sistem dan aktivitas kelembagaan bagian dari pilar pembangunan kecamatan, struktur kelembagaan dapat mengcover pengembangan kegiatan usaha, Mengakomodir peningkatan kapasitas SDM, Mempunyai SOP dalam menekan kolektibilitas pinjaman.

Diakhir disertasinya promovendus memberikan rekomendasi bahwa Aset dana bergulir UPK sebagai warisan program PNPM-MPd harus ditegaskan sebagai dana abadi masyarakat, Badan Hukum kelembagaan UPK Eks PNPM-MPd penting untuk di implementasikan, diperlukan identifikasi dan pemetaan secara menyeluruh pada UPK eks PNPM-MPd di Jawa Timur, dan diperlukan kajian legalitas usaha dana bergulir dalam kaitan dengan aturan Lembaga Keuangan Mikro.

Selamat buat Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si.