Doktor ke 215 Lulus dimasa Pandemi Covid-19

Minggu, 07 Juni 2020 - 11:43:22 WIB
Dibaca: 413 kali

 

Kondisi pandemi saat ini menuntut semua sektor untuk melakukan segala terobosan agar semua aktivitas bisa berjalan sebagaimana mestinya. New Normal merupakan cara yang bisa dilakukan untuk membersamai keberadaan covid-19 saat ini.

Begitu pula Program Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kamis 4 Juni 2020 kemaren menggelar acara Ujian Terbuka Doktor di Gedung Graha Wiyata Lantai 9 dengan protocol New Normal.

Dr. Rachmawati Novaria, MM selaku Ketua Pelaksana Ujian Terbuka mengatakan bahwa ujian dilaksanakan dengan protocol kesehatan, dimana ketika memasuki ruang ujian dilakukan pengukuran suhu tubuh dan disediakan perlengkapan cuci tangan. Posisi duduk penguji juga berjarak 1,5 meter antara penguji satu dan lainnya. Begitupun ketika para penguji melakukan rapat penentuan predikat kelulusan, tempat duduk dalam ruang rapatpun ditetapkan aturan physical distancing. Hal lain yang diatur dalam ujian terbuka kondisi new normal adalah maksimum undangan tamu dalam ujian adalah 15 orang dengan aturan physical distancing.

“Kedepan kita akan tetap melakukan inovasi-inovasi pada kondisi new normal, seperti memanfaatkan media social, live streaming dan sebagainya”, tambah ibu Wakil Dekan FISIP Untag ini.

Sementara itu LETKOL LAUT (P) DICKRY RIZANNY NURDIANSYAH, PSC(J), MMDS yang hari itu menjalani proses ujian terbuka, menyatakan bersedia menjalani semua aturan ujian dalam kondisi new normal. Alumni AAL/AKABRI ANGKATAN XLIV, LULUS TAHUN 1998 ini secara resmi menyandang gelar pendidikan akademik tertinggi yaitu menjadi seorang Doktor.

Lulusan ke 215 Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP Untag Surabaya kali ini mempertahankan disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Komunitas Pertahanan (Studi Implementasi Kerja Sama Pertahanan ASEAN)

Disertasi ini bertujuan untuk menguji apakah implementasi kebijakan diplomasi pertahanan negara-negara anggota ASEAN melalui kerja sama pertahanan praktis untuk menangani tantangan keamanan di Asia Tenggara mengandung karakteristik komunitas pertahanan yang dapat membuka jalan bagi terbentuknya pertahanan Asia Tenggara di masa depan.  (AFA)