12

Mar

#KenalLebihDekat | Arnetta Prameswari Sholihati, Menemukan Napas Kehumasan Lewat Perhumas Muda

Dunia kehumasan sering disebut sebagai “napas” dari ilmu komunikasi. Bagi Arnetta Prameswari Sholihati, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, kalimat itu bukan sekadar teori di ruang kelas. Ia membuktikannya dengan terjun langsung dalam organisasi profesional melalui Perhumas Muda Surabaya Raya (PSMR).

Perjalanan Arnetta bergabung dengan Perhumas Muda bermula dari rasa penasaran dan ketertarikan pada dunia Public Relations. Ia mengetahui informasi pembukaan rekrutmen pengurus PSMR melalui media sosial Instagram. Sebelumnya, Arnetta memang sudah mengikuti berbagai akun yang berkaitan dengan Perhumas, terutama setelah ia dan rekannya pernah mengikuti lomba PR Strategy yang diselenggarakan oleh Perhumas Muda.

“Proses rekrutmennya kurang lebih seperti open recruitment organisasi pada umumnya,” jelas Arnetta. Tahapannya dimulai dari seleksi berkas, kemudian wawancara lanjutan, hingga akhirnya pengumuman penerimaan pengurus baru. Bagi Arnetta, proses ini menjadi langkah awal yang membuka peluangnya untuk terlibat lebih jauh dalam ekosistem kehumasan profesional.

Ketertarikannya pada Perhumas Muda bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan peminatan Public Relations, ia merasa dunia kehumasan sangat relevan dengan bidang studi yang sedang ia tekuni. “Menurut saya, kehumasan itu napasnya ilmu komunikasi. Karena itu saya ingin mencari wadah yang tepat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas relasi di bidang ini,” tuturnya.

Sebelum resmi menjadi pengurus, Arnetta juga sempat terlibat dalam salah satu kegiatan kehumasan terbesar di Indonesia, yakni Konvensi Humas Indonesia (KHI). Ia bergabung sebagai volunteer di bagian notulensi acara. Pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang semakin meyakinkannya untuk bergabung secara lebih serius dalam Perhumas Muda.

Menariknya, momentum itu terjadi secara kebetulan. Ketika Arnetta mengikuti kegiatan KHI sebagai relawan, pada saat yang sama pula dilakukan pengukuhan Badan Pengurus Harian (BPH) dan Kepala Divisi Perhumas Muda Surabaya Raya. Peristiwa tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Dalam kepengurusan Perhumas Muda Surabaya Raya periode 2025–2026, Arnetta dipercaya menjabat sebagai Sekretaris 2. Peran ini membuatnya banyak terlibat dalam berbagai tugas administratif organisasi, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dokumen dan koordinasi internal.

Meskipun terlihat administratif, bagi Arnetta peran tersebut justru memberikan pengalaman berharga dalam memahami bagaimana sebuah organisasi profesional bekerja secara sistematis. Ia belajar tentang manajemen organisasi, koordinasi tim, hingga pentingnya ketelitian dalam menjalankan fungsi administratif.

Dari sisi pribadi, Arnetta merasakan banyak manfaat sejak bergabung dengan Perhumas Muda. Salah satu yang paling terasa adalah perluasan relasi serta peningkatan kemampuan soft skill dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Baginya, dunia kehumasan tidak dapat berjalan maksimal tanpa jaringan sosial yang kuat.

Selain manfaat individu, keberadaan Perhumas Muda Surabaya Raya juga memiliki dampak bagi ekosistem kehumasan secara kelembagaan. Organisasi ini menjadi ruang kolaborasi antara generasi muda dengan BPC Perhumas Surabaya Raya untuk menghadirkan perspektif baru dalam praktik komunikasi publik.

Pelantikan nasional kepengurusan Perhumas Muda yang bertepatan dengan Konvensi Humas Indonesia dilaksanakan pada 14 Desember 2025. Sementara itu, pelantikan internal Perhumas Muda Surabaya Raya baru saja dilaksanakan pada 21 Februari 2026. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kepengurusan yang akan berlangsung hingga satu tahun ke depan.

Bagi Arnetta, pengalaman ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi juga tentang proses bertumbuh. Ia berharap semakin banyak mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya yang berani mencoba berbagai kesempatan di luar kampus.

“Ayo jangan takut, ragu, apalagi minder untuk mencoba banyak hal positif di luar sana,” pesannya. Ia mengajak mahasiswa untuk terus menggali potensi diri dan menulis kisah terbaik versi masing-masing.

Di tengah perjalanan akademiknya, Arnetta menunjukkan bahwa belajar komunikasi tidak hanya terjadi di ruang kelas. Dunia profesional, organisasi, dan jejaring sosial justru menjadi ruang praktik yang memperkaya pemahaman tentang kehumasan yang sesungguhnya. Sebuah langkah kecil yang membuka pintu menuju pengalaman besar di masa depan.