Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Surabaya — Bagi Linata Zaidatun Nadhifah, atau yang akrab disapa Dhifah, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik di ruang kelas. Mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNTAG Surabaya ini memilih untuk memperluas pengalaman belajarnya dengan terjun langsung ke masyarakat melalui Program Mahasiswa Berdampak.
Saat ini, Dhifah menjalani perkuliahan sembari aktif mengikuti program tersebut. Menurutnya, Program Mahasiswa Berdampak memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah. “Saya belajar kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, sampai problem solving langsung di lapangan,” ujarnya.
Ketertarikan Dhifah mengikuti Program Mahasiswa Berdampak berangkat dari keinginannya untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia melihat program ini sebagai sarana mahasiswa untuk terlibat langsung dalam menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitar. “Program ini sejalan dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi juga menjadi agen perubahan,” tuturnya.
Dalam program tersebut, Dhifah tergabung dalam Program B1 dengan fokus Mitigasi Bencana. Kegiatan yang dijalaninya meliputi identifikasi potensi bencana, penyusunan dan pembaruan peta rawan bencana, pemasangan rambu peringatan, hingga sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat. Melalui aktivitas ini, mahasiswa berperan aktif meningkatkan kesadaran dan kapasitas warga dalam menghadapi risiko bencana.
Pengalaman paling berkesan bagi Dhifah adalah saat terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari warga hingga perangkat desa. Proses diskusi, observasi, dan pelaksanaan kegiatan memberinya pelajaran yang tidak bisa didapatkan hanya dari teori. “Melihat antusiasme masyarakat dan menyadari bahwa kegiatan kami benar-benar dibutuhkan itu sangat berharga. Dari situ tumbuh rasa empati dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.
Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan. Dhifah mengakui bahwa menyesuaikan konsep perencanaan dengan kondisi nyata di lapangan menjadi ujian tersendiri. Keterbatasan waktu, sumber daya, serta perbedaan karakter masyarakat dan tim sering kali menuntut penyesuaian cepat. Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran yang penting.
Setelah mengikuti Program Mahasiswa Berdampak, Dhifah merasakan perubahan signifikan dalam dirinya. Ia menjadi lebih peka terhadap persoalan sosial, lebih percaya diri dalam berkomunikasi, serta lebih terampil bekerja sama dan mengambil keputusan. Program ini juga ia nilai memberi dampak positif bagi FISIP UNTAG Surabaya. “Ini menunjukkan bahwa mahasiswa FISIP tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga aktif dalam praktik sosial dan pembangunan masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, Dhifah berharap dapat terus mengembangkan diri dan memanfaatkan pengalaman dari Program Mahasiswa Berdampak sebagai bekal di dunia akademik maupun profesional. Ia juga berharap program ini dapat terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak mahasiswa dan masyarakat, sehingga dampak positifnya semakin luas dan berkelanjutan.
Melalui langkahnya, Dhifah merepresentasikan semangat mahasiswa FISIP UNTAG Surabaya yang tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga hadir dan bertumbuh bersama masyarakat.