Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Des
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pelaku usaha lokal melalui kerja sama strategis bersama 25 mitra UMKM, yang digelar pada Selasa, 16 November 2025, bertempat di Gedung Graha Widya Lantai 2. Inisiatif ini menjadi langkah konkret FISIP dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat dan ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut melibatkan beragam UMKM dari sektor batik, kuliner, kopi, hingga ekonomi kreatif berbasis komunitas. Beberapa mitra yang terlibat antara lain Kampung Batik Okra, Kampung Batik Jawa Timur, Kampung Jepang Surabaya, Titikalamangsa Kopi, Kedai Rempah Haray, Kampung Kue, Diah Cookies, Kedai Kungfu, dan sejumlah UMKM lainnya. Kerja sama ini dirancang sebagai kemitraan aktif, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berorientasi pada penguatan kapasitas UMKM melalui dukungan komunikasi, branding, dan promosi kreatif.
Wakil Dekan FISIP, Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan UMKM merupakan bagian dari visi FISIP untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dan berdampak.
“Kami menginisiasi kerja sama dengan 25 mitra UMKM sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademik. Kampus tidak boleh terpisah dari realitas sosial. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa belajar dari lapangan, sementara UMKM mendapatkan pendampingan berbasis keilmuan,” tegas Insan.
Ia menambahkan bahwa kemitraan ini akan menjadi fondasi bagi berbagai program pembelajaran berbasis proyek, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FISIP.
“Kolaborasi ini kami rancang berkelanjutan. UMKM bukan objek, tetapi mitra sejajar dalam proses belajar dan bertumbuh bersama,” lanjutnya.
Dari sisi mitra, Komang Sujana selaku perwakilan Kampung Jepang Surabaya menyambut positif inisiatif FISIP yang membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha berbasis komunitas.
“Kami merasa sangat terbantu dengan keterlibatan kampus, khususnya mahasiswa dan dosen. Ide-ide komunikasi dan promosi yang kami dapatkan sangat relevan dengan kebutuhan kami sebagai UMKM berbasis budaya,” ujar Komang.
Menurutnya, kolaborasi dengan FISIP tidak hanya berdampak pada peningkatan visibilitas UMKM, tetapi juga memperkuat jejaring dan kepercayaan diri komunitas dalam mengembangkan usaha.
Melalui kerja sama dengan 25 mitra UMKM ini, FISIP UNTAG Surabaya menegaskan posisinya sebagai fakultas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan. Sinergi kampus dan UMKM diharapkan mampu menciptakan dampak sosial-ekonomi yang nyata sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di tengah dinamika masyarakat dan industri kreatif.