Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kembali menegaskan komitmennya pada pendidikan yang inklusif dan adaptif melalui penerimaan mahasiswa jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada Kamis, 22 Januari 2026, Rayya Nurrizqinia Haq, Puteri Indonesia Jawa Timur 2026, mengikuti tes masuk RPL dan resmi menjadi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNTAG Surabaya. Kegiatan asesmen dilaksanakan di Prodi Ilmu Komunikasi FISIP.
Jalur RPL memungkinkan pengakuan atas pengalaman belajar dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, informal, serta pengalaman profesional. Dalam proses asesmen, Rayya dinilai atas rekam jejak prestasi, portofolio, dan kompetensi komunikasi yang relevan dengan capaian pembelajaran Prodi Ilmu Komunikasi.
Proses pengujian RPL dilakukan oleh tim penguji yang terdiri dari Wakil Dekan FISIP, Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi, serta satu dosen Ilmu Komunikasi. Asesmen dilaksanakan secara komprehensif untuk memastikan kesesuaian kompetensi dengan standar akademik program studi.
Wakil Dekan FISIP, Mohammad Insan Romadhan, menegaskan bahwa jalur RPL merupakan bagian dari transformasi layanan akademik yang berorientasi pada mutu dan relevansi.
“RPL adalah wujud pengakuan kampus terhadap pembelajaran sepanjang hayat. Pengalaman dan prestasi yang telah dicapai dapat diakui secara akademik, sepanjang melalui asesmen yang objektif dan akuntabel. Ini sejalan dengan semangat FISIP untuk membuka akses pendidikan yang adaptif tanpa mengabaikan standar mutu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi terus memperkuat mekanisme RPL agar selaras dengan kebutuhan dunia profesional dan capaian pembelajaran lulusan.
“Kasus Rayya menunjukkan bahwa prestasi dan pengalaman profesional dapat menjadi modal akademik yang kuat, ketika dipetakan secara tepat melalui RPL,” lanjutnya.
Melalui penerimaan mahasiswa jalur RPL ini, FISIP UNTAG Surabaya memperkuat posisinya sebagai fakultas yang responsif terhadap dinamika pembelajaran modern, sekaligus memastikan kualitas akademik tetap terjaga melalui proses asesmen yang transparan dan terstandar.